Ratusan Umat Buddha Gelar Kebaktian di Depan Buddha Bar

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ratusan umat Buddha akan melaksanakan prosesi “Paritta” atau kebaktian doa di depan Buddha Bar, Jalan Teuku Umar 1 Jakarta Pusat. Prosesi ini masuk dalam rangkaian protes mereka pada pengelola kafe waralaba Prancis itu, yang dianggap secara sembarangan memasang atribut keagamaan kaum Buddhis.

Demikian disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia, Eko Nugroho, kepada Tempo, Kamis (05/03). Menurut dia, doa bersama ini digelar untuk menghormati Rupang Buddha atau patung representasi sang Buddha yang ada di dalam bangunan kafe. “Prosesi ini diikuti sedikitnya 200 orang,” kata Eko.

Rencananya, sebelum menggelar Paritta, umat Buddha akan berkumpul di Taman Cut Mutia sekitar pukul 10.30, sebelum kemudian berjalan bersama sambil membaca doa hingga ke Jalan Teuku Umar 1.

Kebaktian bersama, menurut Eko, digelar agar pemilik kafe sadar dan melepas atribut Buddha yang telah mereka pasang. Lebih jauh Eko berharap agar tempat hiburan itu mau mengganti nama. “Sangat tidak pantas, ketika simbol agama atau nama agama dipakai dalam tempat hiburan yang menjual minuman keras,” kata dia.

Selain unjuk rasa, umat Buddha yang tergabung dalam Forum Anti Buddha Bar (FABB) juga telah melayangkan somasi pada pemilik kafe tersebut. “Namun demikian hingga kini belum ada tanggapan,” kata Eko.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta DKI Jakarta Arie Budiman menyatakan hingga kini pihaknya masih menjadi fasilitator antara umat Buddha dengan pemilik Buddha Bar. Arie menegaskan bahwa permintaan umat Buddha untuk mengganti nama kafe itu ditanggapi oleh pemiliknya. “Umat Buddha kami minta agar bersabar, karena franchise internasional, penggantian nama itu butuh proses,” kata Arie di Balaikota DKI kemarin.

Arie menegaskan bahwa pemilik Buddha Bar mengantongi izin resmi pemerintah maupun organisasi agama Buddha. Namun demikian protes ini dinilai Arie sebagai sesuatu yang wajar, mengingat banyaknya faksi di antara organisasi beragama itu.

sumber: tempo interaktif

Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar