I am who I am (masa muda beliaku)

Berkilauan cahaya menembus hati, saat bertemu dengannya wahai pujaan hati. Dengan penuh harap dan suasana yang menjunjung tinggi romantisme, semua pandangan menjadi indah.
Pijakan pertama pada masa remaja. Membagi kasih dengan yang lain. Bertemu dengan teman-teman baru. Baru bersalaman dengan mereka beberapa menit yang lalu. Saling menyebut nama dan kesenangan masing-masing. Supaya kami bisa saling cocok dan mengerti satu dengan yang lainnya.
Suatu kehidupan yang baru ada dihadapanku. Tak jau dari kelopak mataku. Berasa dekat dengan mereka-mereka yang baru aku kenal.

Sesosok wanita yang menjauhiku diusia rawan ini….aku takut bila aku menghilangkannya dari hidupku juga pikiranku. Maka aku berusaha membayangkannya terus….terus….terus….tiap hariku seperti itu. Aku takut bila aku durhaka padanya. Aku takut bila aku bukanlah anak yang bisa berbakti padanya.
Saat aku menduakannya dengan sahabat-sahabatku. Aku merasa dalam alunan lagu kebimbangan. Tidak kala yang akan kembali pada pelukan hangatku. Kala hanya datang sekali dalam sisa nyawaku ini. Sungguh ternyata aku menginginkan kala itu kembali padaku…setia menemaniku…..
Apalah dayaku sebagai seorang hambaNYA yang tak punya apa-apa???Aku tak kuasa untuk membuat kala kembali padaku. Tak cukup kuat diriku untuk menahannya tidak pergi.
Tangisku dalam hati merambah ke aliran darah…kemudian menghantarkan rasa sedih pada tetesan air mata yang keluar begitu saja. Tak ada yang bisa mereka lakukan. Akulah…aku…dan hanya aku yang bisa menghentikan tetesan air mata. Air mata itu tidak akan pernah berhenti walau sampai kering dan bergantikan darah…tidak akan ada yang bisa menghentikannya kecuali aku.
Dengan seluruh kekuatan yang aku adukan maka aku menghilangkan rasa sedih ini.

Rasa ingin kembali pada masa lalu masih membekas dalam hati ini. Seperti coretan pada kertas putih yang sulit terhapus….walupun banyak parasit diatas semua itu, tapi tanda dari coretan itu masih memberikan kilaunya.

Mencoba sebuah pandanga baru dari awal kehidupan para remaja. Mencari-cari hal yang baru dan tidak aku mengerti pada dahulunya.
Benarkah posisiku ini dapat memendang dengan jelas??? Apakah ini hanya sebuah siasat untuk membuatku tenggelam dalam kesenangan sesaat??? Apa pula ini, yang tidak dapat aku tinggali??? Rasa persahabatankah??? Tapi kenapa persahabatan ini begitu membahayakan???

Pernah, suatu kala. Aku mencoba berpindah tempat dari posisiku semula. Tempat yang ku singgahi ini begitu terasa sejuk…penuh ayat-ayat yang ditulis TUHAN disini. Sungguh senang hatiku….Ketentraman yang kudamba adakah disini???
Menjulang tinggi harapaku untuk pergi kesurga. Dimana surga yang kudengar dari golongan tua adalah tempat yang sangat indah. Senang rasanya saat golongan tua itu berucap tentang tempat indah itu. Aku terbawa mimpi-mimpi indah ditidurku.

Ada suatu saat, aku bermimpi tentang iblis yang menghadangku masuk kesurga. Iblis itu mendatangiku dengan tampangnya yang menakutkan. Tubuhku gemetar dan aku tak bisa menghidar pula darinya. Tubuh ini tetap berdiri apa adanya, seperti biasa. Badan besar dan berbagai nuansa kesuraman yang melekat didirinya mendekat pada tubuhku.
Mencoba membuka mata….pagi indah yang terealisasikan dalam pandangan mata seolah menjadikan hari-hari yang suram. Tiada berharap apa-apa kecuali keselamatan dariNYA.

Menjalani hari demi hari yang menyuguhkan tantangan baru,ujian baru,dan harapan baru. Membina sebuah persabatan dengan pujaan hati. Memimpikan kehidupan indah setelah semua ini berakhir. Menjalin kasih dengan cinta pertama. Tidakkah itu indah??? Adakah orang-orang yang tidak punya kesempatan mendapatkan cinta dimasa remaja mereka.
Pasti….ada….dan mungkinlah aku orangnya. Perjalanan kasihku yang rumit. Perbedaan cinta dan gengsi untuk mendapatkan sang pujaan hati tercampur aduk. Aku tidak bisa menciantainya dengan tulus. Kutentukan arah hubungan ini dijalan yang berbeda dengan arah yang dia tentukan. Tidak pula begitu segala kemungkinan pikiran untuk membawanya pada yang buruk. Menginginkan sebuah kebahagian adalah tujuan hubungan ini.
Berharap saling mengerti satu sama lain. Tapi, semua tidak terwujud.
Adalah pula kisahku tentang pertalian kasih sayang ini yang terasa menyulitkan. Bukan pijaan hati yang kudapat. Malahan musuh bebeyutan yang aku peluk. Tidak….tidak mungkin dia. Bagaimana bisa aliran cinta ini berlabuh padanya. Dia orang jahat dalam pandangan mataku.
Aku bertemu dengan kekasihnya dimasalalu dan tiba-tiba dia menorehkan kebencian hanya dalam sekejap saja. Tidak pernah aku membayangkan dibenci seseorang atau banyak orang.
Memacu emosiku untuk bisa memberi dia hantaman keras dari tanganku.

Tibalah aku disuatu pemasalahan besar. Dimana aku tidak tahu asal mula semua ini. Tidak juga ada yang memberitahu sumber dari ini semua. Tantangan hidup yang akan membuat diriku berubah. Atau mungkin tantangan hidup ini membuat diriku tetap pada pendirian???

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kategori

  • another side

  • Tanggalan

    Desember 2008
    S S R K J S M
    « Nov   Jan »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Smada’s Social Clan

  • Diatas