The Last Message

Hanya pandangan dari sebuah sisi yang mungkin ada beberapa ketidak cocokan disitu. Maka, maafkanlah aku bila belum bisa memandang dari segala arah. Maafkanlah bila belum bisa aku berpendapat sesuai keinginan beberapa orang. Maaf bila aku belum bisa bijak. Maaf untuk segalanya. Inilah pesan terakhir dariku. 

Malam yang telah berlalu. Aku merasakan perpisahaan. Berpesta ria, berbagi kebahagian. Tawa riang yang memenuhi bangunan itu. Malam itu, hari dimana aku dan mereka berkumpul untuk memberikan peringatan perpisahan. Ya! kami akan berpisah. Kami ingin mencari apa yang kami inginkan. Menjadi apa yang kami impikan. Memberikan apa yang kami harapkan.

Bangsa ini telah tua umurnya. Bangsa ini, kini telah melepas merpati untuk terbang bebas diiringi dengan doa dan segala macam dukungan. 

Malam itu juga, kami diingatkan akan perpisahaan yang sejatinya adalah sebuah takdir. Perpisahaan yang tidak bisa terobati ketika reuni. Perpisahaan itu memisahkan fisik kami. Namun, dalam amalan-amalan yang ditorehkan oleh mereka kami bisa menyambung tali silaturahim. 

Mereka yang telah tiada. Memberi banyak arti bagi kami. Mereka yang telah mendahului kami, dan semoga segala amal yang tersebar dari mereka dapat berguna bagi kami. 
Aku memang tidak bisa berbicara banyak. Aku masih belum bisa menceritakan secara detail. Karena aku bukan pengingat yang baik. 

Teman, tenanglah dalam mengerjakan apa yang kau tuju. Kita adalah teman. Kita adalah keluarga. Kita saling mendoakan. Doa untuk kebaikan.

Bila suatu saat kita bersama lagi. Janganlah kalian melupakan kenangan indah yang kita rangkai dengan sisa umur kita ini. Mengenang apa yang telah kita perbuat. Tapi janganlah kalian marah dan jengkel bila kenangan itu meledakkan beberapa keburukan di otak kalian. 

Kenangan itu lah yang menghubungkan kita bila sedang berjauhan.
Maafkan aku bila hanya ini yang dapat aku buat untuk kalian. Aku bersyukur dapat menikmati sisa hidup ini bersama kalian. Bila suatu saat nanti kita dipertemukan oleh takdirNYA di suatu tempat yang kita sebut surga, maka patutlah kita berterimakasih padaNYA. 

Sekarang harapan itu tidak lagi terbelenggu. Jadilah apapun yang kalian inginkan. Wujudkanlah impianmu. Bahagiakanlah orang tuamu dengan segala prestasimu dan amal ibadahmu. Jadikanlah dirimu sebagai pecinta sejati. Mencintai NYA dengan tulus. Tanpa embel-embel kesombongan dan yang lainnya. Jadilah orang yang berisi dan berat bukan karena apa yang dia makan. Tapi, karena kalian berat dan berisi oleh iman.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kategori

  • another side

  • Tanggalan

    Mei 2009
    S S R K J S M
    « Mar   Jun »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Smada’s Social Clan

  • Diatas